Artikel Pengadilan

Resensi (Review) Materi Modul Agenda I Latsar CPNS 2026 : Nilai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Analisis Isu Kontemporer, dan Kesiapsiagaan Bela Negara.

LATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2026

GELOMBANG II ANGKATAN X KELOMPOK II

Oleh : Rika Saraswati, S.H.

I. PENDAHULUAN

          Dalam rangka mencapai tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), diperlukan ASN yang profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta membentuk tenaga Pegawai Negeri Sipil yang profesional dan berintegritas, perlu adanya penanaman sikap awal yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran secara individu memahami wawasan kebangsaan dan kesadaran bela Negara, serta analisis isu-isu kontemporer atau kesiapsiagaan bela negara. Aparatur Sipil Negara (ASN), tugas utama bukan hanya bekerja secara profesional untuk melayani masyarakat, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa. Hal ini tercermin dalam tiga modul pelatihan dasar CPNS, yakni Wawasan Kebangsaan dan Nilai Bela Negara, Analisis Isu Kontemporer, serta Kesiapsiagaan Bela Negara.

            Oleh sebab itu, Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada dasarnya bertujuan untuk memberikan pemahaman serta dapat menghasilan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang professional dan berkarakter serta menjunjung menumbuhkan sikap awal bela negara yang bertujuan menumbuhkan sikap nasionalisme dan cinta tanah air. Wawasan kebangsaan dan nilai-nilai bela negara tersebut dapat PNS dapatkan dengan mengikuti Latihan Dasar CPNS yang diselenggarakan oleh instansi pusat masing-masing.

II. Tujuan

       Untuk memahami nilai-nilai dasar bela negara dan wawasan kebangsaan dapat dilakukan dalam kehidupan dilingkungan kerja maupun keseharian dalam lingkungan bermasyarakat. Selain itu, membentuk tenaga PNS yang berperan dalam menjawab permasalahan isu-isu yang saat ini berkembang dimasyarakat.

III. Manfaat

  1. Mengimplementasikan nilai-nilai dasar bela negara dalam kehidupan sehari hari dan bermasyarakat.
  2. Memantapkan pengetahuan seorang PNS mengenai wawasan kebangsaan.
  3. Mengembangakan kesadaran seorang PNS untuk memiliki sikap bela negara.

IV. Resensi (Review) Modul Agenda I

  1. Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia dalam rangka mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandasi oleh jati diri bangsa dan kesadaran terhadap sistem nasional yang bersumber dari 4 pilar negara yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Wawasan kebangsaan merupakan suatu pemahaman mendalam tentang bagaimana awal Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yaitu sejarah pergerakan kebangsaan Indonesia, mulai dari Kebangkitan Nasional (Budi Utomo 1908), Sumpah Pemuda 1928, hingga Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Nilai-nilai bela negara juga menjadi bagian penting dalam Upaya kita menjaga keberlangsung bangsa dan negara dimana nilai-nilai tersebut masih sangat relevan dengan era globalisasi saat ini. Era globalisasi yang kita rasakan pada saat ini mempunyai dampak yang besar terhadap bangsa Indonesia baik itu dampak positif dan negatif , dampak negatif yang harus kita waspadai adalah oknum-oknum atau pihak-pihak yang sengaja ingin memecah belah bangsa. Keterbukaan media informasi, kebebasan menyampaikan pendapat dimedia online sering kali menjadi senjata utama untuk pihak-pihak tersebut menyampaikan konten-konten yang seringkali tidak sesuai dengan nilai-nilai dasar bangsa Indonesia.

Untuk itu pemahaman tentang wawasan kebangsaan dibutuhkan bagi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai perekat dan pemersatu bangsa para dan juga untuk mengetahui Sejarah bangsa Indonesia yang bisa kita lihat dari lambang negara kita yaitu Bendera Negara Sang Merah Putih, Bahasa Indonesia, Lambang Negara Garuda Pancasila, dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang merupakan jati diri bangsa dan identitas Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemahaman tentang wawasan kebangsaan juga menjadi filter dan tameng perlindungan bagi kita dalam menjaga pola pikir,sikap dan perilaku agar tetap mencintai bangsa sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Modul ini menegaskan bahwa ASN bukan hanya aparatur pemerintah, tetapi juga perekat persatuan bangsa dan garda terdepan dalam bela negara. Dengan wawasan kebangsaan yang kuat dan kesadaran bela negara yang tinggi, ASN diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan tujuan nasional Indonesia.

  1. Analisis Isu- Isu Kontemporer

Modul Analisis Isu Kontemporer disusun untuk membekali CPNS agar mampu memahami perubahan lingkungan strategis yang terus berkembang serta menganalisis isu-isu strategis kontemporer yang berdampak pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Modul ini mendukung tujuan reformasi birokrasi untuk mewujudkan ASN yang profesional, berintegritas, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan. ASN dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menunjukkan sikap dan perilaku bela negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Secara sistematis, modul ini membahas konsep perubahan dan perubahan lingkungan strategis, dengan penekanan bahwa perubahan merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. ASN dituntut mampu beradaptasi dan menyikapi perubahan secara positif demi meningkatkan kinerja birokrasi dan daya saing bangsa.

Selanjutnya, pentingnya modal insani sebagai bekal utama ASN dalam menghadapi perubahan. Modal insani meliputi modal intelektual, emosional, sosial, ketabahan etika/moral, serta kesehatan fisik. Keenam modal ini saling melengkapi dan menjadi fondasi bagi ASN agar mampu bekerja profesional, berintegritas, dan produktif di tengah dinamika lingkungan strategis yang kompleks.

Adapun berbagai isu strategis yang saat ini dan ke depan berpotensi mengancam ketahanan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Isu-isu strategis kontemporer yang dibahas meliputi:

  1. Korupsi
  2. Narkoba
  3. Terorisme dan Radikalisme
  4. Pencucian Uang (Money Laundering)
  5. Proxy War
  6. Kejahatan Komunikasi Massa

Secara keseluruhan, modul Analisis Isu Kontemporer merupakan bahan ajar yang sangat penting bagi CPNS. Modul ini mampu membangun kesadaran peserta terhadap perubahan lingkungan strategis dan isu-isu aktual yang dihadapi bangsa Indonesia. Dengan pemahaman yang baik terhadap materi dalam modul ini, ASN diharapkan mampu bersikap kritis, adaptif, dan berintegritas serta berperan aktif dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan bela negara dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

  1. Kesiapsiagaan Bela Negara

Kesiapsiagaan bela negara merupakan aktualisasi nilai nilai bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sesuai peran dan profesi warga negara, demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman yang pada hakikatnya mendasari proses nation and character building.

Bela negara bukan hanya berarti kesiapan untuk berperang, tetapi lebih luas dari itu, yaitu kesiapan untuk menghadapi berbagai ancaman yang dapat merusak kedaulatan dan keutuhan negara. Bela negara adalah kewajiban setiap warga negara Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional, baik dalam bentuk fisik, mental, maupun ideologis.

Kesiapsiagaan Bela Negara adalah suatu keadaan siap siaga yang dimiliki baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi berbagai ancaman yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang. Rendahnya semangat dan kesadaran bela negara dapat menyebabkan memudarnya semangat nasionalisme dan patriotisme.

Sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), memiliki peran penting dalam kesiapsiagaan bela negara, terutama dalam menjalankan tugas yang berhubungan dengan pelayanan publik, pengelolaan sumber daya negara, dan turut menciptakan ketenangan serta keamanan dalam masyarakat. Selain itu, kesadaran akan pentingnya bela negara juga akan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa, yang pada akhirnya akan mengarah pada stabilitas dan kemajuan negara.

Untuk itu, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diharapkan mampu menumbuhkan dan mengimplementasikan nilai dasar bela negara yang meliputi cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Secara keseluruhan, modul Kesiapsiagaan Bela Negara merupakan bahan ajar yang sangat penting dan relevan bagi CPNS. Modul ini berhasil menanamkan pemahaman bahwa bela negara bukan hanya kewajiban normatif, tetapi harus diwujudkan melalui kesiapsiagaan fisik, mental, etika, dan sosial dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Dengan menginternalisasi nilai-nilai yang disampaikan dalam modul ini, ASN diharapkan mampu menjadi aparatur negara yang profesional, tangguh, dan berkontribusi nyata dalam menjaga keutuhan serta ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

IV. Penutup

Secara keseluruhan, modul Wawasan Kebangsaan, Analisis Isu Kontemporer, dan Kesiapsiagaan Bela Negara merupakan landasan penting dalam membentuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berwawasan kebangsaan, berpikir kritis, serta memiliki kesadaran bela negara. Wawasan kebangsaan memperkuat pemahaman CPNS terhadap jati diri bangsa dan nilai-nilai persatuan, analisis isu kontemporer membekali kemampuan adaptif terhadap perubahan dan tantangan global, sementara kesiapsiagaan bela negara menegaskan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan sosial dalam menjaga keutuhan negara. Melalui pemahaman dan pengamalan ketiga modul tersebut, ASN diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan tujuan nasional dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.